Kasiren Korem 163/Wsa Hadiri Pelantikan Pimpinan DPRD Bali 2024-2029

 

Denpasar, Danrem 163/Wira satya yang di wakili Kasiren Korem 163/Wira Satya (Kolonel CZI Zamroni S.Sos , M.Si.) menghadiri acara yang di gelar DPRD Bali yaitu Rapat Paripurna dengan agenda peresmian dan pelantikan pimpinan DPRD Bali masa jabatan 2024-2029, pada Selasa (8/10/2024). Acara yang berlangsung di Gedung DPRD Bali ini ditandai dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 100.2.1.4-4189 Tahun 2024 oleh Sekretaris DPRD Bali, I Gede Dewa Indra Putra.

 

Dalam sambutannya, Dewa Indra Putra menyampaikan bahwa pembentukan pimpinan DPRD Bali ini sesuai dengan ketentuan Pasal 111 Ayat 2 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Pimpinan dipilih berdasarkan perolehan suara terbanyak dari partai politik di Pemilu Legislatif 2024, yakni PDI Perjuangan  dengan 32 kursi, Partai Gerindra 10 kursi, Partai Golkar 7 kursi, dan Partai Demokrat 3 kursi.

 

"Kami telah menerima SK Mendagri tentang Peresmian Pengangkatan Pimpinan DPRD Bali. Harapan kami, pimpinan yang baru dapat menjalankan tugas dan fungsi DPRD, termasuk dalam hal penganggaran dan pengawasan pembangunan di Bali," ujar Dewa Indra Putra.

 

Dalam pelantikan dan pembacaan sumpah/janji  yang dipimpin oleh Ketua Pengadilan Tinggi Bali Mochamad Hatta tersebut, pimpinan DPRD Bali yang diresmikan terdiri dari Dewa Made Mahayadnya (PDIP) sebagai Ketua DPRD Bali, I Wayan Disel Astawa (Gerindra), IGK Kresna Budi (Golkar), dan I Komang Nova Sewi Putra (Demokrat).

 

Ketua DPRD Bali terpilih, Dewa Made Mahayadnya, atau yang akrab disapa Dewa Jack, dalam sambutannya menekankan pentingnya semangat pengabdian dan tanggung jawab kepada masyarakat. Ia menyebut bahwa tugas yang diemban pimpinan DPRD tidak hanya terkait fungsi legislatif, namun juga membawa aspirasi masyarakat Bali.

 

"Kami diresmikan sebagai pimpinan DPRD Bali untuk masa jabatan 2024-2029. Ini adalah sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab yang besar, dan kami sangat membutuhkan dukungan dari semua pihak, termasuk rekan-rekan di DPRD, Forkopimda, serta instansi terkait," ujar Dewa Jack.

 

Sementara itu Penjabat (Pj) Gubernur Bali,  Sang Made Mahendra Jaya, menyampaikan bahwa tantangan global dan kemajuan teknologi menjadi ancaman bagi eksistensi adat dan budaya Bali. Ia menekankan pentingnya perlindungan terhadap adat dan budaya Bali di tengah derasnya arus globalisasi.

 

"Bali memiliki keunikan yang tidak dimiliki daerah lain, yakni adat istiadat dan kebudayaan yang harus kita wariskan. Namun, gempuran globalisasi dan perkembangan teknologi yang sangat cepat telah mempengaruhi kearifan lokal kita," kata Mahendra Jaya.

 

Rapat Paripurna DPRD Bali ini diakhiri dengan harapan besar agar pimpinan DPRD Bali yang baru dapat menjalankan tugasnya dengan baik demi kesejahteraan dan kemajuan Bali di masa depan.(Red/Penrem 163).

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Korem 163/Wira Satya Tingkatkan Komunikasi Sosial Dengan KBT-Veteran Bali

Serah Terima Jabatan Kasrem dan Kasiops Korem 163/Wira Satya

Kegiatan Fun Run, Baksos, Kesehatan Gratis Sukses Digelar, Dalam Hari Bhakti ke-68 Kodam IX/Udayana.