Danrem 163/WSA Meninjau Pengeboran 10 Sumur Bor di Subak Lanyah Tabanan

 

Tabanan, Danrem 163/WSA Brigjen TNI Ida Idewa Agung Hadisaputra, S.H., di damping Kasiter Kasrem 163/WSA , Kasilog Kasrem 163/WSA beserta rombongan meninjau program pengeboran sumur bor untuk pengairan sawah, Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pasokan air di wilayah Subak Lanyah Delod Jalan dan Subak Aseman IV yang terdampak krisis air selama musim kemarau. Bertempat di Pura Subak Lanyah, Desa Tangguntiti, Kecamatan Selemadeg Timur, Kabupaten Tabanan pada hari Kamis (14/11/2024).


Acara tersebut turut dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah dan militer, di antaranya Dandim 1619/Tabanan Letkol Inf Riza Taufiq Hasan, S.I.P, Kasdim 1619/Tabanan Mayor Kav I Nyoman Arya Jayantara, Kapenrem 163/WSA, dan Pasilog Kodim 1619/Tabanan Kapten Inf I Nengah Sudiana. Selain itu, hadir pula Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan, I Made Subagia beserta staf, serta perwakilan pekaseh (kepala subak) dan masyarakat setempat.


Dalam sambutannya, Pekaseh Subak Lanyah Delod Jalan, Anak Agung Made Sukaweta, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada TNI, khususnya Korem 163/WSA dan Kodim 1619/Tabanan, atas inisiatif pengeboran sumur bor ini. “Subak kami adalah salah satu yang terluas di Bali, mencakup 326,08 hektar dengan 470 Kepala Keluarga (KK). Namun, kami sering mengalami kesulitan air terutama saat musim kemarau. Dengan adanya program ini, kami berharap hasil produksi pertanian bisa meningkat,” ungkapnya.


Brigjen TNI Ida Idewa Agung Hadisaputra, dalam sambutannya, menjelaskan bahwa program ini berawal dari laporan Babinsa Desa Tangguntiti, Serda I Wayan Sadia, tentang masalah kekeringan yang dialami petani setempat. Menanggapi laporan tersebut, Korem 163/WSA bersama Kodam IX/Udayana dan Kodim 1619/Tabanan memutuskan untuk mendukung pengeboran sumur bor, karena ini merupakan dukungan TNI untuk Ketahanan Pangan.


“Awalnya kami merencanakan pengeboran 4 titik, namun setelah melakukan survei lebih lanjut, kami memutuskan untuk memperluas menjadi 10 titik sumur bor: 7 titik di Subak Lanyah Delod Jalan dan 3 titik di Subak Aseman IV,” ujar Brigjen Hadisaputra. Ia juga menambahkan bahwa pengerjaan ini dilakukan secara swadaya dengan melibatkan masyarakat dan TNI.


Program pengeboran sumur bor ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi lebih dari 400 petani yang tersebar di dua subak tersebut, terutama di tengah Musim Kemarau, Berikut rincian titik sumur bor yang telah diluncurkan: 1. Subak Lanyah Delod Jalan: Titik 1: 29,29 hektar (54 petani), Titik 2: 30,61 hektar (64 petani), Titik 3: 28,25 hektar (55 petani), Titik 4: 23,68 hektar (41 petani), Titik 5: 26,60 hektar (39 petani), Titik 6: 36,30 hektar (47 petani), Titik 10: 21,35 hektar (45 petani), 2. Subak Aseman IV: Titik 7: 50 hektar (54 petani), Titik 8: 60 hektar (56 petani), Titik 9: 20 hektar (15 petani), Dengan total area sawah yang akan dialiri mencapai lebih dari 326 hektar, diharapkan hasil panen para petani dapat meningkat signifikan, terutama di tengah ancaman perubahan iklim yang membuat musim kemarau semakin panjang.


Acara diakhiri dengan peninjauan langsung oleh Brigjen Hadisaputra ke lokasi pengeboran perdana di Subak Lanyah Delod Jalan. Beliau menekankan pentingnya kolaborasi antara TNI dan masyarakat dalam mengatasi permasalahan yang dihadapi petani, sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional.“Kami berharap program ini bisa menjadi solusi berkelanjutan untuk masalah irigasi di wilayah ini dan meningkatkan kesejahteraan petani,” pungkasnya. (red/penrem163).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Korem 163/Wira Satya Tingkatkan Komunikasi Sosial Dengan KBT-Veteran Bali

Serah Terima Jabatan Kasrem dan Kasiops Korem 163/Wira Satya

Kegiatan Fun Run, Baksos, Kesehatan Gratis Sukses Digelar, Dalam Hari Bhakti ke-68 Kodam IX/Udayana.