KOREM 163/WSA GELAR PEMBINAAN KOMUNIKASI SOSIAL CEGAH TANGKAL RADIKALISME/SEPARATISME
Denpasar, Bertempat di Gedung Wira Satya, Makorem 163/Wsa
telah dilaksanakan acara Pembinaan Komunikasi Sosial Cegah Tangkal
Radikalisme/Separatisme Korem 163/Wsa TA. 2024 dengan tema "Membendung
Radikalisme dan Separatisme Melalui Penguatan Karakter Generasi Muda
Bangsa" yang diselenggarakan oleh Korem 163/WSA dan dipimpin oleh Kasrem
163/WSA, Kolonel Inf. Leo Agung Priyo Soembodo serta dihadiri ÷ 50 orang. Pada
hari Rabu tanggal 13 November 2024.
Hadir
dalam kegiatan tersebut Kasiren 163/Wsa, Kasipers Kasrem 163/Wsa, Kasiter
Kasrem 163/Wsa, Kasilog Kasrem 163/Wsa, Pasi Komsos Korem 163/Wsa, 1. Kabin Kesbangpol Denpasar
(narasumber), Mahasiswa Universitas Warmadewa, Mahasiswa Universitas Ngurah Rai,
Mahasiswa Universitas Mahasaraswati, Mahasiswa Unhi Denpasar, Mahasiswa Stikes
Kesdam IX/Udy, serta undangan yang lainya.
Dalam
sambutan Danrem 163/WSA yang di bacakan oleh Kasrem mengucapkan mengucapkan selamat datang di
korem 163/wira satya dan terima kasih, kepada bapak/ibu dan para mahasiswa,
karena telah meluangkan waktunya untuk hadir dalam kegiatan ini, yang bagi kita
semua sangat penting dan bermanfaat untuk dilaksanakan.
Lebih
lanjut di katakan negara indonesia merupakan negara pluralis, dimana
kemajemukan hadir dan berkembang di dalamnya, kemajemukan tersebut terdiri dari
suku, ras, budaya, bahkan agama, Kemajemukan yang terjadi di indonesia pun
tidak terlepas dari kemajuan di berbagai bidang ilmu yang menyentuh berbagai
sendi kehidupan masyarakat indonesia. semua keragaman suku, ras, budaya di
indonesia menjadikan indonesia negara yang kaya karena semua terangkum menjadi
satu yaitu sebuah ragam seni budaya yang ber-bhinneka tunggal ika dengan
menunjukkan adat ketimuran dan berasaskan pancasila.
Seiring
derasnya arus globalisasi dan kemajuan di bidang iptek terutama media sosial,
menjadi tantangan tersendiri terhadap eksistensi karakter bangsa yang
nasionalis. tergerusnya semangat kebangsaan mendorong berbagai permasalahan,
seperti radikalisme dan separatisme yang terbukti dengan pemahaman nilai-nilai
pancasila yang hanya dihafalkan dan tidak diterapkan dalam kehidupan
sehari-hari hanya menjadikan antara nilai ideal dengan faktanya tidak sejalan
sehingga implementasinya tidak sampai pada perang melawan radikalisme dan separatism,
Generasi muda merupakan generasi penerus yang eksistensinya sangat menentukan
langkah kehidupan masyarakat, bangsa, dan negara indonesia ke depan. seiring
dengan dinamika perkembangan politik, sosial, dan budaya di indonesia peranan
generasi muda mengalami pasang surut.ungkapnya.
Fenomena
kecenderungan perilaku dan kepribadian generasi muda sekarang ini semakin
menjauh dari nilai-nilai pancasila dan kehilangan jati diri sebagai suatu
individu yang berakar dari nilai-nilai luhur budaya bangsa. krisis multidimensi
yang berkepanjangan telah memberikan kontribusi terhadap semakin melemahnya
rasa kepercayaan diri dan kebanggaan generasi muda, serta menipisnya semangat
nasionalisme sebagai akibat dari lemahnya kemampuan bangsa dalam mengelola keragaman
yang menjadi ciri khas obyektif bangsa indonesia. atas dasar kondisi tersebut,
akan menimbulkan potensi ancaman paham radikalisme/separatisme di Indonesia, Pada
era globalisasi ini, perlu dibangun karakter generasi muda yang sesuai dengan
nilai-nilai pancasila. hal ini sangat penting sebagai benteng bagi generasi
muda guna menangkal radikalisme/separatisme dalam kehidupan berbangsa dan
bernegara. TNI AD sebagai bagian dari kompartemen pertahanan bangsa indonesia
berupaya agar generasi muda bangsa memiliki karakter bangsa yang kuat,
berlandaskan pancasila dan memiliki semangat nasionalisme.jelasnya.
Berikut
kami sampaikan beberapa sasaran kegiatan yang kita selenggarakan hari ini
adalah sebagai berikut : Terwujudnya pemahaman dan pengamalan pancasila dalam
sendi-sendi kehidupan masyarakat guna menangkal radikalisme/separatisme bagi
segenap komponen bangsa, Terbentuknya komponen bangsa yang memiliki wawasan
kebangsaan dan berjiwa pancasila guna mendukung ketahanan wilayah yang kuat
dalam rangka tetap tegak dan utuhnya NKRI dan Terwujudnya sinergitas antara TNI
AD dengan segenap generasi muda dalam rangka menangkal radikalisme/separatisme
guna memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa.
Mengakhiri
sambutan ini, saya berharap kepada peserta sekalian untuk sungguh-sungguh
mengikuti kegiatan ini sehingga outputnya kita memiliki pengetahuan dan
kemampuan untuk melaksanakan pencegahan dan penangkalan terhadap paham
radikalisme/ separatisme ataupun paham-paham lainnya yang bertentangan dengan
pancasila dan undang-undang dasar negara republik indonesia 1945. selanjutnya
kita sosialisasikan kepada masyarakat di lingkungan kita masing-masing dengan
harapan memiliki pemahaman yang sama akan pencegahan dan penangkalan terhadap
bahaya radikalisme/separatisme.pungkasnya. (Red/Penrem163).

Komentar
Posting Komentar