UPACARA PERINGATAN HARI KEBANGKITAN NASIONAL KE-117 TAHUN 2025
Denpasar, Danrem 163/Wira Satya Brigjen TNI Ida Idewa Agung
Hadisaputra, S.H., menghadiri Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional
ke-117 Tahun 2025 dengan tema "Bangkit Bersama Wujudkan Indonesia
Kuat", bertindak sebagai Inspektur Upacara Kasdam IX/Udayana (Brigjen TNI
Taufiq Hanafi) dan diikuti ± 500 orang, bertempat di Lapangan I Gusti Ngurah
Rai, Praja Rakcaka Kepaon, Kec. Denpasar Selatan.
Hadir
dalam kegiatan tersebut Irdam IX/Udayana, Kapok Sahli Pangdam IX/Udayana,
Danrem 163/WSA, Para Asisten Kasdam IX/Udayana, Kasrem 163/WSA, Kasiren Korem
163/WSA, Para Kasi Kasrem 163/WSA, Dandim 1611/Badung, Para Dan/Kabalak Kodam
IX/Udayana.
Inspektur
Upacara (Irup) membacakan naskah pidato Menteri Komunikasi dan informatika mengatakan
Saudara-saudari sebangsa dan setanah air, Tepat di tanggal 20 Mei 2025, kita
tidak sekadar memperingati sebuah tanggal dalam kalender nasional. Kita sedang
membuka kembali halaman penting dari sejarah perjuangan bangsa, halaman yang
ditulis bukan dengan tinta biasa, tetapi dengan kebangkitan kesadaran, semangat
persatuan, dan keberanian menolak untuk terus terjajah.
Pada
117 (Seratus tujuh belas Tahun) yang lalu, di tengah keterbatasan dan tekanan
kolonialisme, lahirlah sebuah kesadaran baru yang menyalakan api perubahan.
Melalui pendirian Budi Utomo, bangsa ini mulai membangun keyakinan bahwa nasib
tidak boleh selamanya digantungkan kepada kekuatan asing, bahwa kemajuan hanya
mungkin dicapai bila kita bangkit berdiri di atas kekuatan kita sendiri, Namun,
kebangkitan itu bukanlah sebuah peristiwa yang selesai dalam satu masa.
Kebangkitan adalah ikhtiar yang terus hidup. Ia menuntut kita untuk tidak
terjebak dalam romantisme masa lalu, tetapi menuntut keberanian untuk menjawab
tantangan zaman ini, zaman yang menghadirkan ujian jauh lebih kompleks:
disrupsi teknologi, ketegangan geopolitik, krisis pangan global, dan ancaman
terhadap kedaulatan digital kita. ucapnya.
Saudara-saudari
yang saya hormati, Seluruh upaya ini berpulang pada satu tujuan besar:
membangun masa depan yang tidak hanya lebih maju, tetapi benar-benar berpihak
pada rakyat. Dalam momen peringatan Hari Kebangkitan Nasional ini, kita
meneguhkan kembali arah perjalanan bangsa. Dan dalam semangat itu, pemerintah
telah menetapkan Asta Cita sebagai kompas utama Kebangkitan Nasional. Delapan
misi besar, untuk menghadirkan perubahan yang benar-benar terasa di tengah
kehidupan rakyat.
Dibalik
setiap kebijakan fiskal, setiap program sosial, dan setiap langkah strategis,
selalu ada satu tujuan yang di Ingat oleh Pemerintah Indonesia. Agar setiap
rakyat Indonesia, di kota besar maupun di pelosok desa, merasa dilibatkan dan
diberdayakan dalam kemajuan bangsanya sendiri, Mari kita jaga kebangkitan ini
dengan semangat yang sama seperti akar pohon yang menembus tanah. Perlahan tapi
pasti, tak selalu terlihat, namun kokoh menopang kehidupan. Karena
sesungguhnya, kebangkitan yang paling kokoh adalah kebangkitan yang tumbuh
perlahan, berakar dalam nilai-nilai kemanusiaan, dan berbuah pada keadilan
serta kesejahteraan yang dirasakan bersama; Dirgahayu Hari Kebangkitan Nasional
ke-117 Mari melangkah bersama, dengan langkah yang tenang namun penuh
keyakinan, menuju Indonesia yang lebih kuat, lebih adil, dan lebih beradab. Pungkasnya.
(Red/Penrem163).

Komentar
Posting Komentar